MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR
Metode Ilmiah, Sikap Ilmiah dan Langkah- Langkah Operasional Metode Ilmiah
Dosen Pengampu:
Minarni, S.Pd., M.Si
Disusun Oleh:
Roslina Mariana Butarbutar
(I1B118023)
PRODI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS JAMBI
2019
A. Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah dan ada mengatakan bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Metode ilmiah diketahui adanya perkembangan pola pikir manusia dimulai dari zaman Babylonia (650 SM) dimana orang percaya kepada mitos, ramalan nasib berdasarkan perbintangan bahkan percayanya bahwa banyaknya dewa. Seperti dewa angin, dewa matahari, dewa petir, dan lain sebagainya. Pengetahuan itu mereka peroleh dengan berbagai cara antara lain:
a. Prasangka
Merupakan suatu anggapan benar padahal baru merupakan kemungkinan benar ataukah salah. Misalnya seseorang akan membanggakan diri sendiri berdasarkan identitas sosial yang ia atau kelompok miliki. Sebagai contoh, ketika suatu kelompok desa A lebih maju dibandingkan desa B, maka kelompok desa A akan cenderung merasa lebih berkuasa dibandingkan desa B.
b. Intuisi
Merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicarinya selama bertahun-tahun contoh lainnya merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya.
c. Trial dan Error
Merupakan salah satu cara mendapatkan ilmu pengetahuan dengan metode coba-coba. Pengetahuan pada manusia yang diperoleh sejak zaman manusia purba sampai sekarang. Misalnya ditemukannya redaman kulit kina untuk obat malaria. penemuan dengan cara coba-coba ini jelas tidak efesien sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran. Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut diatas termasuk pada golongan pengetahuan yang tidak ilmiah, pengetahuan dapat dikatakan ilmiah bila pengetahuan memenuhi empat syarat, yaitu :
1. Objektif (yaitu metode ilmiah harus disajikan sesuai dengan objeknya atau didukung dengan fakta empiris dan teori teori yang telah terbukti secara keilmuan. Bukan berdasarkan pandangan pribadi dari peneliti) atau dapat juga dikatakan harus dibuktikan dengan hasil penginderaan atau ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi.
2. Metodik (suatu pengajaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis) Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta atau dalam upaya meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran).
3. Sistematik (Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks) dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat yang menyangkut objeknya.
4. Berlaku umum (pengetahuan yang hanya tidak berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja melainkan semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten).
Kriteria Metode Ilmiah Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
1. The Felt Need (adanya suatu kebutuhan) yaitu Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaannya sehingga dia berusahamengungkapkan kebutuhan tersebut.
2. The Problem (adanya suatu masalah) yaitu adanya kebutuhan yang dirasakan pada tahap the felt need diatas yang menempatkan dan membatasi permasalahan (kebutuhan). Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan parameter yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian.
3. The hypothesis (menyusun hipotesis) merupakan awaban atau pemecahan masalah sementara yang masih merupakan dugaan yang dihasilkan misalkan dari pengalaman, teori dan hukum yang ada.
4. Collection of Data as Avidance (merekam data untuk pembuktian) yaitu adanya pembuktikan hipotesis dengan eksperimen, pengujian dan merekam datadi lapangan. Data-data dihubungkan satu dengan yang lain untuk ditemukan kaitannya. Proses ini disebutkan dengan analisis. analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis.
5. Concluding Belief (kesimpulan yang diyakini kebenarannya) merupakan kedimpulan yang berdasarkan analisis yang dilakukan dengan membuat kesimpulan yang diyakini yang mengandung kebenaran, khususnya untuk kasus yang diuji.
6. General Value of the Conclusion (memformulasikan kesimpulan umum) merupakan Kesimpulan yangdihasilkan tidak hanya berlaku untuk kasus tertentu,tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa teori, konsep dan metode).
B. Sikap Ilmiah
B. Sikap Ilmiah
Salah satu aspek tujuan dalam mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah diantaranya:
1. Kejujuran
2. Kesederhanaan
3. Kesabaran intelektual
4.Terbuka
5.Toleran
6. Skeptis
7. Optimis
8. Pemberani
9. Kreatif
Ada juga sifat ilmu pengetahuan dan metode ilmiah:
a. Logis/masuk akal, yaitu sesuai dengan logika/aturan berfikir yangditetapkan bersangkutan.
b. Sistematis, yaitu adanya konsistensi dan keteraturan internal.
c. Andal, yaitu dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkandalam cabang ilmu pengetahuan.
d. Dirancang, yaitu ilmu pengetahuan tidak berkembang dengan sendirinya.
e. Akumulatif, yaitu ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teoritis, dan lain-lain.
Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah bahwa materi pengetahuan itu harus diperoleh melalui metode ilmiah. Langkah-langkah dalam menerapkan metode ini tidak harus selalu berurutan, langkah demi langkah,yang penting ialah pemecahan masalah untuk mendapatkan kesimpulan umum (generalisasi) hanya berdasarkan atas data dan diuji dengan data, bukan oleh keinginan, prasangka, kepercayaan, atau pertimbangan lain.
Menurut Drs. Maskoeri Jasin langkah-langkah penerapan metode ilmiah itu ada 3 (tiga)yaitu :
1. Menentukan dan memberikan batasan kepada masalah.
2. Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara.
3.Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan.
2. Menentukan hipotesis atau rumusan pemecahan masalah yang bersifat sementara.
3.Menguji dan mengadakan verifikasi kesimpulan.
Adapun langkah-langkah operasional nya adalah sebagai berikut :
1. Perumusan Masalah yang dimaksud dengan masalah disini adalah merupakan pertanyaan apa, mengapa ataupun bagaimana tentang obyek yang diteliti.
2. Penyusunan Hipotesis yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan dengan kata lain, hipotesis merupakan dugaan tertentu didukung oleh pengetahuan yang ada.
3. Pengujian Hipotesis yaitu berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlibatkan apakah fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimen.
4. Penarikan Kesimpulan yaitu didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data) untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.
Di dalam ilmu alamiah suatu kesimpulan bersifat sementara (tentatif), kesimpulan adalah sesuatu yang harus diajurkan. Pengujian-pengujian seperti itu memerlukan data tambahan. Dengan demikian generalisasi baru akan diperoleh dan terjadilah proses yang berkesinambungan, secara terus menerus dan dengan demikian akan diperoleh kemajuan.
Suatu generalisasi diuji dengan perhitungan apa yang akan terjadi bilamana generalisasi itu benar, dan kemudian dilakukan observasi, apakah perkiraan itu dibenarkan oleh pengalaman. Walaupun generalisasi telah dibuktikan kebenarannya, generalisasi itu belum boleh dianggap sebagai suatu hukum, sampai generalisasi itu benar-benar telah menunjukkan bahwa semua generalisasi lain yang mungkin, akan tidak berlaku terhadap pengujian berdasarkan pengalaman.
Data (catatan observasi secara teliti) dapat diperoleh dengan observasi bebas (bare observation), yaitu observasi yang dilakukan dalam kondisi yang tidak terkendali (uncontrolled condition), dan kedua dengan observasi eksperimental (experimental observation) yaitu observasi yang dilakukan dalam kondisi terkendali (controlled condition) data yang diperoleh dianggap sah bila kedua observasi itu dapat diulangi oleh pengamat yang lain kecermatan yang lain. Kecermatan dankejujuran merupakan persyaratan bagi pencari kebenaran. Data yang diperoleh dari observasi tersebut dikumpulkan, dipilih, disusun, dan dikelompokkan dengan hasil bahwa keteraturan tertentu atau generalisasi menjadi tampak jelas.
Sumber Referensi
Ilmu Alamiah Dasar
(Drs. Hendro Darmodjo, M.A.)
Ilmu Alamiah Dasar
(Drs. Abu Bakar, M.Pd.)
(Drs. Fuldiarahman, M.Pd.)
http://www.anneahira.com/langkah-langkah-metode-ilmiah.htm
http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2114497-sikap-ilmiah
CATATAN
Dengan Pembelajaran Ilmu Alamiah Dasar kita dapat memahami sejarah ilmu alamiah dasar, dengan mempelajarinya kita mampu belajar mengenai bagaimana terbentuknya ilmu alamiah dasar mulai dari yang sederhana hingga sekarang inijuga mengajari manusia untuk menciptakan teknologi yang menunjang kehidupannya yang dapat mempermudah dalam segala aktivitas yang bermanfaat untuk lingkungan. mengajari manusia untuk bertindak bijaksana. Ilmu alamiah dasar yang terus saja berkembang seiring dengan pertumbuhan jumlah manusia dan sumber daya alam yang semakin berkurang. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan manusia dituntut untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan sehemat mungkin, bukan dengan menggunakan secara boros.
Dengan Ilmu Alamiah dasar menambah wawasan saya baik dalam bidang teknologi, perkembangan alam pikiran manusia dan masih banyak lagi. Dengan Ilmu Alamiah dasar mengajari saya kedisplinan mampu menanggapi sesuatu yang dituturkan oleh para audience baik itu dalam bentuk diskusi. Dengan ilmu alamiah dasar saya mampu mengembangkan pikiran (baik dalam pertanyaan, pendapat, kritik ataupun sanggahan) dan masih dapat mengajukan pertanyaan dan sekaligus ilmu alamiah dasar juga mampu memberikan kenyamanan dan juga kesenangan bagi saya.